Membandingkan Pemasaran Offline dan Pemasaran Online

Irwansolution.com – Pemasaran adalah mata rantai terpenting dalam sebuah bisnis. Bisa dikatakan, pemasaran adalah nyawa dari sebuah bisnis. Tanpa pemasaran, produk yang telah anda rancang dan buat tidak akan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Tanpa ada penerimaan dan pembelian, otomatis bisnis tersebut akan mati. Strategi pemasaran yang tepat dan jitu sangat diperlukan agar produk yang anda hasilkan tersebut diterima dan dibeli oleh masyarakat. Dan dunia pemasaran adalah salah satu yang paling dinamis dalam sebuah bisnis. Hal ini akan sangat terasa jika dikaitkan dengan keadaan sekarang.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sedikit banyak mengubah pola strategi pemasaran. Sebelum terciptanya internet, strategi pemasaran dilakukan secara manual dan terbatas. Pemasaran dengan model konvensional seperti itu, saat ini disebut dengan pemasaran offline. Namun ketika internet sudah lazim digunakan dan dimanfaatkan, pola strategi pemasaran menjadi masif dan besar. Model pemasaran tersebut saat ini disebut dengan pemasaran online. Ya, saat ini ada dua strategi pemasaran yang banyak digunakan perusahaan yaitu pemasaran offline dan pemasaran online. Beberapa perusahaan menggunakan salah satunya dalam rangka memasarkan produknya, sebagian lagi menggunakan keduanya.

perbedaan mendasar dari kedua metode pemasaran tersebut adalah media yang digunakan. Jika pemasaran offline membutuhkan media fisik yang nyata, maka pemasaran online hanya membutuhkan media di dunia maya seperti situs web. Jika dilihat dari kelebihannya, maka pemasaran offline cocok bagi anda untuk melakukan branding produk dan perusahaan anda. Namun hal ini tentunya membutuhkan dana pemasaran yang besar, karena banyaknya kanal pemasaran yang harus anda pilih agar brand produk anda dikenal baik oleh masyarakat. Sebaliknya, pemasaran online tidak membutuhkan dana pemasaran yang besar karena anda hanya perlu membuat sebuah situs yang berisi tentang perusahaan dan produk yang anda tawarkan. Namun hal ini tentunya tidak menjamin branding perusahaan dan produk yang anda lakukan melalui pemasaran online akan dikenal baik oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena anda tidak bisa secara langsung mempresentasikan secara langsung produk anda kepada calon customer. Meskipun anda memasang video presentasi dan demo di dalam web anda, tetapi calon customer tidak bisa bertanya secara langsung kepada anda tentang produk yang anda jual.

Analisis Kebutuhan Pasar

Sebelum menentukan target pasar, biasanya ahli pemasaran mengawali pekerjaannya dari riset kebutuhan pasar. hal ini dirasa sangat perlu karena akan menjadi pondasi bagi langkah selanjutnya yaitu menentukan target pasar, menentukan metode pemasaran sampai hasil yang akan didapatkan nantinya. Sepemahaman saya, dalam menentukan kebutuhan pasar, seorang marketing offline akan langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar/masyarakat. Hal ini biasa dilakukan dengan cara wawancara atau membagi kuisioner yang akan membuat waktu yang lebih lama namun si marketer akan mendapatkan pengalaman yang cukup berarti. Berbeda dengan Online Marketing, melakukan riset untuk menentukan kebutuhan pasar dilakukan dengan metode yang biasanya cukup akurat untuk mengenali pola dan mengidentifikasi kebutuhan pasar.

Menentukan Target Pasar

Target pasar akan ditentukan dari beberapa faktor misalnya dari riset kebutuhan pasar yang telah dilakukan sebelumnya dan spesifikasi produk yang akan dipasarkan. dalam pemasaran offline, penjual yang berjualan secara offline biasanya tidak memperhitungkan target pasar secara mendalam. pasalnya, biasanya mereka akan berpendapat, tempat yang strategis didukung performa toko yang tampak dari luar lah yang mengundang calon pelanggan tertarik, tidak memandang itu orang dewasa atau remaja, pendidikannya apa atau bahkan ketertarikannya terhadap apa. mereka tidak memandang itu semua, mereka akan memandang, semua orang itu sama, sama-sama tertarik dengan apa yang ditunjukkan oleh penjualnya dan berharap mereka membeli.

Persaingan  / Kompetitor

Pada metode offline marketing, persaingan marketing bisanya dilihat dari beberapa aspek misalnya : harga dan pelayanan. yang paling murah adalah yang paling laris dan yang paling baik pelayanannya adalah yang paling laris. namun berbeda pada online marketing, pada pemasaran online, persaingan bukan hanya terletak pada harga dan pelayanan saja, mengingat pesaingnya ada diseluruh penjuru negeri / penjuru dunia. persaingan pemasaran online juga terletak pada seberapa lengkap konten mereka di internet. pasalnya, orang yang berlayar di internet rata-rata adalah orang yang mencari konten yang lengkap dan bermanfaat, baik itu untuk kebutuhan mereka atau hanya untuk hiburan saja.

Metode Pemasaran

Metode pemasaran offline cetak dilakukan menggunakan Brosur, Spanduk, Baliho, Neon Box, atau apapun itu untuk melakukan branding dan meningkatkan performa toko dimata khalayak ramai. pada pemasaran ini ada 3 hal yang perlu dipikirkan secara matang yaitu : Desain, kualitas bahan dan strategi penyebaran / letak pemasangan. berbeda dengan metode offline, metode pemasaran online bertumpu pada konten dan traffic. ada banyak metode pemasaran seperti email list building, SEO, iklan berbayar (google adwords), marketplace, forum komunitas, dll. berbagai macam metode pemasaran yang bertebaran di internet sekarang ini bahkan tida menutup kemungkinan akan muncul metode-metode yang lain, namun semua itu tidak jauh dari tumpuan dasar itu sendiri yaitu konten dan traffic. siapa yang mampu menyajikan kualitas konten yang berbobot dan siapa yang mampu mempunyai traffic besar, dialah yang berpotensi penjualannya tinggi.

Efektifitas

Efektifitas pemasaran diukur dari seberapa tinggi tingkat konversi penjualan terhadap metode marketing yang dilakukan. di dunia nyata, performa sebuah iklan sulit diukur karena target pasar terlalu umum dan ada banyak faktor yang menyebabkan orang membeli. misalnya, pembeli membeli karena faktor tempat tinggalnya dekat dengan toko, bukan karena besarnya spanduk yang dipasang, dll. di internet, efektifitas pemasaran dapat diukur secara akurat, mislnya konversi iklan terhadap ketertarikan pengunjung, konversi iklan terhadap penjualan ataupun konversi ketertarikan terhadap penjualan, semuanya dapat diukur secara akurat dan dapat dipantau secara berkala sehingga marketer dapat melakukan evaluasi atau penyesuaian terhadap iklan yang dijalankan.

Dari analisis singkat di atas, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa kedua metode pemasaran yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun dibalik kelebihan dan kekurangan yang ada, kedua metode pemasaran tersebut memiliki dampak yang cukup besar bagi kelangsungan roda usaha anda. Lalu metode pemasaran mana yang terbaik untuk perusahaan anda? Untuk pertanyaan ini, saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti. Karena kebutuhan dan resource perusahaan anda pasti berbeda-beda. Sehingga jawabannya hanya perusahaan anda yang tau.

Salam,
Irwan Hernawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s