Mengatasi Masalah Penghasilan yang Tidak Pernah Cukup

Irwansolution.com – “Gaji cuma numpang lewat aja nih !“ kalimat ini sepertinya sering kali kita temukan terucap dari kalangan teman kita sesama pegawai atau malah bisa juga terucap dari mulut kita sendiri. Kita mungkin secara tidak sadar pernah mengucapkannya atau paling tidak pernah terlintas dipikiran atau mendengar teman-teman Anda mengucapkan kalimat ini. Anehnya kalimat ini seringkali terucap pada saat belum lama orang gajian. Orang sering mengeluh karena penghasilannya dirasa terlalu kecil sehingga tidak memiliki cukup uang untuk beli ini itu.

Biasanya kalau sudah begitu orang menuding kenaikan harga-harga sebagai biang keladi gaji yang tak pernah cukup. Mulai dari sembako sampai barang kebutuhan sehari-hari lainnya seperti susu, pasta gigi, sabun, mi instant, bahkan baju, sepatu, dan kosmetik, semuanya merambat naik. Belum lagi kenaikan tarif telpon, listrik, air, atau biaya transportasi, yang semakin membuat pengeluaran Anda membengkak. Jangan lupa lho, biaya pendidikan anak-anak berikut buku-buku pelajaran sekolahnya juga rajin sekali naik tiap tahunnya. Masalahnya, belum tentu kenaikan harga-harga ini selalu diimbangi dengan kenaikan penghasilan kita, bahkan tidak jarang yang terjadi adalah sebaliknya.

Memang ada benarnya, inflasi memiliki pengaruh terhadap kondisi keuangan kita. Namun kenaikan harga hanyalah salah satu faktor saja, bukan satu-satunya. Sebab, ada pula orang yang bahkan sudah mengalami kenaikan gaji berkali-kali, namun tetap saja merasa kalau penghasilannya tak pernah cukup. Terkadang, kita sendiri pernah mengalaminya, padahal baru saja menarik uang ratusan ribu rupiah dari mesin ATM dan menyimpannya di dompet.

Namun tak butuh waktu lama, tahu-tahu uang di dompet sudah hampir habis. Dan ketika menyadari hal tersebut, Anda mungkin sudah lupa digunakan untuk apa saja uang itu sehingga tahu-tahu sudah tinggal sedikit. Penghasilan yang kita dapatkan seakan tidak dapat mengcover besarnya pengeluaran. Padahal, kita merasa tidak pernah berlebihan dalam belanja, atau dengan sengaja berfoya-foya menghamburkan uang.

Beberapa Penyebab Penghasilan Tidak Pernah Cukup

Ada beberapa faktor atau penyebab umum penghasilan kita tidak pernah terasa cukup. Dengan mengenali penyebabnya, maka upaya dalam mengatasinya pun akan lebih mudah untuk ditemukan. Beberapa faktor penyebabnya adalah :

  1. Kenaikan Harga Atau Inflasi
  2. Menganut Gaya Hidup Yang Di Luar Kemampuan
  3. Terjebak Hutang Yang Bunga-Berbunga
  4. Adanya Berbagai Pengeluaran Yang Di Luar Rencana

Cara Mengatasi Penyebab Masalah Keuangan Di Atas

Dari keempat penyebab umum di atas, maka sekarang saatnya untuk memulai perubahan yang lebih baik pada perencanaan keuangan keluarga Anda. Ada cara-cara yang cukup efektif dalam mengatasi masalah keuangan di atas.

1. Buat Anggaran Belanja Bulanan

Berapapun jumlah penghasilan kita baik besar ataupun kecil, sangatlah penting untuk mempunyai rencana anggaran belanja bulanan.

Sebab, dengan adanya anggaran belanja bulanan, pengeluaran terhadap keuangan kita akan lebih terkontrol.

Kuncinya yang harus dipegang adalah bagaimana membuat anggaran pengeluaran bisa lebih kecil dibandingkan penghasilan. Serta biasakan untuk berbelanja hanya sebesar jumlah yang telah dianggarkan sebelumnya.

Patuh terhadap anggaran yang telah kita buat sendiri, agar kita bisa tetap berbelanja namun juga terhindar dari kondisi defisit.

Dengan dibuatnya anggaran keuangan pribadi, Anda juga dapat membuat pengelompokkan mana saja pos pengeluaran yang bersifat wajib, dan mana saja yang tidak wajib atau tidak menjadi prioritas untuk dikeluarkan.

Anda tidak perlu menghilangkan sama sekali berbagai pengeluaran tidak wajib tersebut, namun karena tidak menjadi prioritas, maka Anda akan lebih leluasa untuk mengurangi jumlahnya.

Untuk itu, penting sekali untuk Anda agar dapat membedakan mana pengeluaran yang sifatnya wajib, mana yang tidak wajib, dan mana yang benar-benar kebutuhan maupun hanya sebatas keinginan saja.

2. Cicilan Hutang Bulanan Mulai Dibatasi

Dalam aturan keuangan pribadi, ada rasio yang harus Anda pegang dengan baik, yaitu total semua pengeluaran untuk cicilan hutang bulanan jangan sampai melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Cicilan hutang tersebut bisa berupa cicilan rumah, angsuran mobil, kredit sepeda motor, maupun cicilan barang kreditan lainnya, usahakan agar jumlah total semuanya jangan sampai melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Jadi, dengan menerapkan aturan di atas, maka terdapat sisa 70% dari penghasilan yang bisa Anda pakai untuk membiayai kebutuhan lainnya, maupun sebagai dana cadangan dan investasi.

Semakin kecil porsi pengeluaran untuk cicilan hutang, maka akan semakin besar penghasilan bulanan yang bisa Anda sisakan.

Sehingga Anda mempunyai dana lebih banyak untuk berinvestasi yang nantinya dapat memperbaiki kondisi keuangan Anda di masa yang akan datang.

3. Membiasakan Diri Untuk Berinvestasi

Adanya inflasi memang di luar kemauan kita, terjadi secara alami dan tak banyak yang bisa kita lakukan terhadapnya.

Satu-satunya jalan untuk mengalahkan inflasi adalah dengan membuat harta yang kita miliki dapat berkembang biak dengan berinvestasi.

Pilihlah produk investasi yang tentunya memberikan return yang lebih tinggi dari asumsi tingkat inflasi.

Oleh sebab itu, mulai dari sekarang Anda harus memiliki anggaran untuk berinvestasi supaya penghasilan kita juga bisa bertambah dari keuntungan hasil investasi yang kita lakukan.

Namun, untuk berinvestasi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi, mulai sekarang Anda harus mulai menyisihkan 10% dari penghasilan untuk dikumpulkan menjadi dana yang siap untuk dialokasikan ke produk investasi.

4. Jangan Lupa Untuk Menyiapkan Dana Cadangan

Dalam mengatasi berbagai pengeluaran tidak terduga atau untuk kepentingan darurat, sebaiknya kita memang tidak mengambil dari gaji bulanan, karena gaji yang sifatnya rutin tersebut sebenarnya diperuntukkan sebagai pengeluaran yang juga bersifat rutin.

Untuk itu, Anda memerlukan dana cadangan untuk mengatasi berbagai pengeluaran darurat tersebut. Jadi, Anda harus memiliki pos tersendiri yang bersifat wajib untuk Anda alokasikan sebagai dana cadangan.

Namun, buatlah anggaran dana cadangan tersebut seolah-olah sebagai pengeluaran wajib yang memang harus Anda masukkan ke dalam rekening atau simpanan Anda.

Pisahkan simpanan yang memang dikhususkan untuk dana cadangan tersebut pada rekening yang berbeda.

Sehingga ketika tidak digunakan pada bulan ini, maka dana cadangan Anda tersebut tetap aman di rekening lain dan tidak mengganggu alur kas yang diperuntukkan sebagai pengeluaran rutin.

Apabila sewaktu-waktu dana cadangan tersebut terpakai, maka pemenuhan kebutuhan bulanan Anda tidak terganggu sehingga Anda tidak perlu “meminjam sana-sini” hanya untuk kebutuhan semata.

Jika sudah tercapai sejumlah Dana Cadangan yang ditargetkan, maka Anda bisa berhenti membentuk Dana Cadangan, dan kegiatan setoran rutin tabungan tadi bisa dialihkan ke dalam produk investasi yang returnnya lebih tinggi. Jika sewaktu-waktu Dana Cadangan terpakai, maka segeralah isi kembali, sampai sejumlah target Dana Cadangan nya tercapai.

Perlu dicatat, bahwa pengajuan pinjaman yang penggunaannya diperuntukkan sebagai pemenuhan kebutuhan atau hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau sesuatu yang produktif, maka sangatlah harus Anda hindari.

Salam,
Irwan Hernawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s