Cara Aman Bagi Karyawan Yang Ingin Merintis Usaha

Irwansolution.com – Bicara soal berwirausaha atau berbisnis, banyak orang ingin masuk ke bidang penghasilan ini, termasuk dari kalangan karyawan ataupun profesional. Kalangan karyawan bisa juga menjadi wirausaha sukses. Ada banyak juga kisahnya. Sebagian besar memulainya selagi masih berkarir di dunia kerja. Rata-rata yang menjadi kendala adalah soal waktu, ini alasan yang diungkapkan oleh banyak orang dari kalangan karyawan ketika ditanyakan. Sebetulnya, bukan soal alasan.

Yang utama, apakah alasan tadi alasan penguat atau alasan pelemah. Ada karyawan yang justru memulai usaha dengan alasan karena tidak punya waktu yang banyak, makanya sambil bekerja, ia membangun usaha di luar jam kerjanya, karena ia mempunyai impian alias berkeinginan kuat memiliki waktu luang di kemudian hari. Dengan mengatur waktu dan mengelola waktu-waktu yang tidak efektif, tentunya butuh pengorbanan mengurangi waktu senang-senang setelah jam kerja (waktu non produktif), ia mampu membangun usaha sambil tetap bekerja.

Tidak sedikit orang yang masuk ke dunia wirausaha dengan terburu-buru dan emosi. Tanpa pikir panjang dan pertimbangan matang ia langsung tinggalkan pekerjaan sebelumnya yang notabennya merupakan andalan mata pencaharian keluarga. Angan-angannya langsung melambung, membumbung, dan membayangkan hidup serba-enak bila menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan berlipat.

Ia lupa bahwa berwirausaha juga punya resiko, resiko gagal dan bangkrut. Ia lupa merencanakan bagaimana seandainya ia gagal memulai. Harus diakui, banyak sekali orang bertindak semacam ini, yang akhirnya bukannya makin bersemangat berwirausaha namun justru menjadi antipati alias benci dan menyesal kenapa melangkah jadi entrepreneur. Bahkan kadang jadi menyalahkan orang lain. Apalagi kalau yang hingga cerai dengan istri atau dibenci sanak keluarga. Cara pandang dan cara memulai entrepreneur ‘yang asal berani’ seperti ini tentu saja kurang elegan.

Untuk itu ada beberapa alternatif cara aman masuk menjadi entrepreneur tanpa harus mengorbankan resiko yang besar. Kalau kita ingin mandiri berwirausaha alias menjadi entrepreneur, kita tidak harus langsung hengkang dari profesi lama kita. Tidak perlu tergesa-gesa. Kita harus dengan dingin membedakan antara berani dan nekad. Apalagi kalau yang sudah punya tanggungan keluarga, kita juga harus banyak menimbang ada sekian jiwa yang ikut dalam gerbong kita sehingga kalau kita salah kemudi mereka juga ikut terjatuh.

Berikut ini beberapa solusi yang lebih aman jika Anda seorang karyawan ingin pindah ke kuadran entrepreneur.

Pertama; kita bisa memulai berwirausaha dengan melakukan penyertaan saham (setor modal) di bisnis teman kita sembari kita tetap kerja dulu di perusahaan lama kita. Jadi kita setor modal ke kawan yang punya bisnis bagus, dan nantinya kita mendapat bagi hasil dari keuntungan. Dari sini kita juga sekalian mulai belajar bagaimana mengelola usaha. Pelan-pelan kita mulai aktif terjun di dalamnya dan membantu dan kerja bareng dengan si teman itu. Kalau skala usaha joinan dengan teman itu bagus dan penghasilan dari bagi hasil sudah bisa menutup kebutuhan hidup kita dan keluarga, barulah kita putuskan keluar. Jadi ketika kita keluar dari perusahaan lama tidak kaget karena tetap ada penghasilan.

Kedua, jurus menginjak dua kapal. Artinya, kita masih sebagai karyawan di sebuah perushaaan mapan, namun di waktu yang sama juga merintis usaha alias menjalankan usaha milik sendiri. Cara ini dimungkinkan bagi mereka-mereka yang punya cukup waktu luang sehingga bisa nyambi. Sebenarnya cara ini sekarang lebih dimungkinkan karena adanya HP dan telpon yang memudahkan koordinasi. Jadi, sementara kita di kantor, kita bisa sembari mengendalikan bisnis sendiri dari jarak jauh.

Ketiga, kalau anda tidak mau joinan dengan orang lain dan tidak bisa berdiri di dua kapal, kita bisa berdayakan pasangan kita (istri/suami). Jadi, sementara kita masih kerja di perusahaan lama, pasangan kita (istri atau suami) yang mengurusi bisnis sendiri untuk masa-masa perintisan. Artinya sekoci pendapatan keluarga masih ada yang bisa diandalkan, baik buat beli beras atau susu anak-anak. Kalau usaha sendiri ini sudah jalan, silahkan saja keluar dari kerja di perusahaan orang lain itu.

Keempat, kalau Anda sudah tidak sabar lagi untuk menjadi entrepreneur dan yakin bakal sukses serta merasa tak perlu pakai ban serep seperti itu, setidaknya Anda tetap bisa melakukan pengamanan lain, yakni dana pendidikan anak atau asuransi pendidikan. Hal ini sangatlah penting untuk mengantisipasi kemungkinan yang paling jelek terjadi di kemudian hari

Itulah beberapa tips dan solusi untuk menjadi seorang wirausaha yang bermain aman. Ingatlah keyakinan yang dalam akan menimbulkan sugesti terhadap pikiran Anda, tapi kita juga harus belajar mengantisipasi dan merencanakan segala sesuatunya jika kemungkinan paling jelek akan terjadi. Saya sendiri bisa membuktikan bahwa berkerja sembari berwirausaha itu sangatlah memungkinkan, sehingga usaha yang saya rintis bisa berkembang hingga sekarang. Jika Saya bisa, kenapa Anda tidak ??

Salam,
Irwan Hernawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s