Antara Hemat dan Pelit, Kenali Perbedaannya

Irwansolution.com – Berlaku pelit tentunya tidak sama dengan berlaku hemat. Sederhana memang, orang hemat percaya bila membayar lebih mahal belum tentu mendapatkan yang lebih baik. Berlaku hemat seringkali dikesankan hidup yang menderita dan sengsara, dan orangnya lazim di juluki si pelit bin bakhil. Sebaliknya, bersikap boros di anggap memiliki hidup yang bahagia dan menyenangkan,hingga orangnya di panggil si royal. Hemat adalah berhati-hati dalam membelanjakan uang alias tidak boros. Sedangkan kata pelit, itu sama dengan kikir.

Seorang yang ingin hidup hemat seyogyanya harus terlebih dahalu memiliki kesadaran antara kebutuhan dan keinginan ; antara yang penting dan tidak penting ; antara yang utama dan tidak utama. Sebagai contoh, saat kondisi keuangan Anda yang tidak stabil,tapi anda ingin mengganti HP Anda dengan Black Berry demi sebuah gengsi,maka Anda terasuk bukan orang yang hemat. Mengapa? sebab, HP yang anda miliki pun sudah cukup untuk berkomunikasi seperti,sms,dan internetan. Sedangkan pelit adalah, seorang yang bahkan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri pun enggan mengeluarkan uang.

Jadi, titik persoalannya bukan lagi membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tetapi hampir tidak mau mengeluarkan uang. Uang hanya di simpan, tidak jelas peruntukannya untuk apa. Bagi orang pelit, jangankan membantu orang lain,membantu diri sendiri saja tidak mau. Ketika perilaku pelit terus barada dalam diri,maka sebenarnya kebebasan finansial tidak pernah di raih.Kenapa?Karena yang di maksut kebebasan finansial adalah ketika seseorang sudah tidak memikirkan uang lagi untuk memenuhi kebutuhan.

Sementara orang yang pelit selalu merasa kurang dan memikirkan uang terus,ia selalu merasa kekurangan dan berpikir sepuluh kali untuk mengkomsumsi sesuatu demi kebutuhan sendiri. Cermati ulasan berikut ini untuk lebih membedakan antara hemat dengan pelit

1. Hemat itu tahu kapan harus membayar

Biasanya seseorang yang pelit hanya melihat harga. Mereka percaya kalau semakin murah harga suatu barang, akan semakin bagus pula.Sebaliknya orang hemat akan tahu kapan mesti membayar murah dan harus bayar mahal untuk kualitas yang lebih bagus.

Padahal membayar lebih mahal untuk sebuah sepatu bermerek yang sudah pasti awet lebih baik daripada membeli sepatu murah yang hanya bertahan tiga bulan. Semakin lama barang digunakan, Anda akan semakin hemat bukan?

2. Pelit itu tidak pandai atur uang

Seseorang dikatakan hemat karena bisa memilih mana kebutuhan mana keinginan. Ia akan tahu mana yang lebih ekonomis namun baik, dan mana yang tidak. Karena itu ia akan cenderung pandai mengatur keuangan.

Bayangkan jika orang pelit dan orang hemat sama-sama ingin membeli kompor. Jika orang pelit akan memilih kompor dengan harga yang paling murah. Sedangkan si hemat akan mengevaluasi efisiensi energi dan perbandingan gas versus listrik. Setelah mendapatkan model yang diinginkan, si hemat akan membaca ulasan dari pembeli sebelumnya, lalu membandingkannya dengan toko lain.

Semakin sedikit uang yang digunakan untuk membeli kompor berkualitas bagus, akan semakin menguntungkan. Tapi kalaupun barang berkualitas tidak murah, si hemat akan tetap mempertimbangkannya. Karena bukan harga murah yang dicari si hemat, tapi durabilitas.

3. Pelit akan berpikir kalau semuanya terlalu mahal

Orang pelit akan selalu protes setiap harus mengeluarkan uang. Misalnya bila ke restoran, ia tidak mengerti kenapa harga es teh manis di sana Rp 15.000 sedangkan di warteg hanya Rp3.000. Bila diajak menonton, ia komplain dengan mahalnya harga tiket.

Si hemat mungkin akan berpikir sama. Bedanya, ia melakukan aksi alih-alih mengeluh. Misal membawa botol air putih sendiri saat ke restoran, atau hanya menonton di bioskop untuk film yang benar-benar dia sukai.

4. Pelit itu tidak mau keluarkan uang meskipun keadaan mendesak

Anda mungkin pernah bertemu orang yang tidak mau pergi ke dokter karena takut mahal? Pertanyaannya, bagaimana jika cara itu diterapkan oleh orangtua yang tidak mau menyekolahkan anaknya karena biaya mahal? Tragis, bukan?

Memang contoh itu terdengar ekstrem. Nyatanya beberapa orang pelit menolak mengeluarkan uang meskipun keadaan mendesak. Sedangkan orang hemat akan mencari cara untuk mendapatkan barang/jasa tersebut dengan harga terbaik yang mereka mampu.

5. Hemat itu tidak menjadikan uang adalah segalanya

Rasa takut untuk kehilangan harta biasanya dimiliki orang pelit. Orang hemat, meskipun mereka juga gemar menabung, tahu kalau ada hak orang lain dalam uang mereka. Mereka akan menyumbangkannya untuk amal atau meminjamkannya pada teman yang membutuhkan.

Contohnya miliarder dunia Warren Buffett yang percaya kalau memberikan terlalu banyak uang pada anak akan berdampak buruk bagi mereka. Karenanya, dia bersumpah mayoritas hartanya diperuntukkan untuk Bill and Melinda Gates Foundation, yayasan amal milik Bill Gates dan istrinya daripada diwariskan pada anak-anaknya.

Orang pelit punya pola pikir berbeda. Mereka merasa uang yang mereka hasilkan hanya milik mereka. Anak-anak akan menganggap orangtua macam ini jarang membelikan hadiah atau membantu ketika dibutuhkan. Efek buruknya, tentu saja hubungan orangtua dan anak menjadi renggang.

Itulah perbedaan mendasar antara berlaku hemat dan pelit. Lalu termasuk kedalam tipe manakah Anda? Hanya Anda sendiri yang tau jawabannya.

Salam,
Irwan Hernawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s